Selasa, 01 Juni 2010

Doggy style buat mbak Lia

Tanpa sengaja aku melepas bh itu dari tiang jemuran. mbak lia meminta aku untuk membawa ke dalam rumah.
"Udah kering ya?"ytanyanya.
"Udah mbak,"jawabku sambil mengamati bh warna biru berenda itu.
"Kenapa kok ngeliatin gitu?"
"Gpp sih, cuma ukurannya kok gede banget."
"IYa memang gede. mbak pake ukuran segitu."
"Oh.Aku blom pernah liat yang besar kayak gini."
Lia, setengah baya berusia 47 tahun itu senyum nakal.
"Emang pacar kamu berapa ukuran bhnya?"tanya.
"36B mbak."
"Oh.itu juga gede kok."

"Tapi kalah gede sama mbak."
"Enak juga kan rasanya?"
"Biasa aja mbak. aku itu pengennya yang lebih besar lagi. apalagi kalo dada setengah baya. pasti asyik banget..."
Dia mencubit pahaku.

kami masuk ke ruang tamu. si kecil udah tidur di kamar.
di ruang tamu, aku mulai menggoda janda yang masih sintal dan ayu itu. hingga akhirnya, kamu sudah saling dekat dan berpelukan.
bibirku dilumatnyha dengan lembut sambil tangannya mengusap2 lenganku.
"Kamu godain mbak dari tadi. mbak jadi pengen..."
"Gpp mbak. lagian mbak dah lama gak main sama cowok kan?"
"IYa sih, tapi mbak gak mau sembarangan."
"Terus mbak kenapa mau sama aku? aku kan jelek?"
"Kamu ganteng juga kok. baik lagi."

Kami berpelukan lagi. kali ini lebih erat. terasa olehku dadanya yang menyentuh dadaku. kubuka kancing kemeja itu. Lia memandangi gerakan tanganku. tapi dia juga membantu melebarkan kemeja itu.
"WOw, mbak gede banget teteknya!"pekikku kagum dangirang.
"kamu suka?"
Aku manggut.
Lia menarik tanganku dan menyelipkannya ke dalam dadanya. aku bergetar merasakan gumpalan buah dada yang nyaris setengahnya mencuat dari bh itu. padat, kenyal dan enak banget diremas2.
BH putih itu lembut, tanpa kawat atau busa. tanganku meremas bh dan isinya berkali2.
"Ihhhh...kamu pinter bangeeettt..."
"Enakk mbak..."
Kuremas2 lagi, kali ini aku merogok ke dalam bh, mencari puting itu. kuturunkan bh itu agar lebih mudah. tapi Lia meminta aku agar melepas tali bhnya.
kini payudara lia sudah terbuka bebas. meski bh itu belum dilepaskan dari pundaknya. aku kagum dengan ukuran dan bentuknya. besar, panjang ke bawah, tapi tetap indah. putingnya coklat dikelilingi lingkaran coklat muda.
"Diisep aja puting mbak, kamu pasti suka?"
Ide yang baik. aku agak membungkuk, sementara lia membusungkan dadanya. diangkatnya kedua teteknya ke arah wajahku.
oh, puting kanan itu kujilati dengan nikmat. kulumat dengan bibir dan lidah. Lia memandangi aksi sambil sesekali menggigit bibir manakala, rangsangan pada putingnya menyentuh syarafnya. aku termasuk lihai urusanmemanjakan wanita pada bagian itu.
"Nggghhhhh....sssstttt..."
Lia mulai mendesis. suara itu merangsang birahiku, cepat2 aku naikkan wajah dan menjilati lehernya yang tertutup rambutku. kusibak dan kutelusuri dengan lidah./
desahan lia makin keras dan manja. bibirnya yang mungil terbuka dan menggelinjangkan kepalanya seiring gerakan lidahku di lehernya. sementara buah dada telanjang jadi sasaran tanganku.
"NGgghhhhh...kamu pinterrrr...mbakkkk geliii..."
Lia kemudian melepas celana jisnku dan menurunkannya cepat.
"Mbak pengen liat penis kamu..."
"Kalo kecil gimana mbak? kecewa gak?"
"Gpp, yang penting enak kok."
Cdku menggelmbung. kepala penisku keluar dari cd. lia terperanjat dan memegang pipinya.
"Ihhh udah keluar sih?"dielusnya kepala penisku.
lantas, diturunkannya cd putihku dengan pelan.
"Wow, gede juga penis kamu..."
"Gede mbak punyaku ya?"
"Iya..."dikocoknya penisku. keras dan panjang.
"Mbakk enakk digituin..."
Lia menundukkan badan, penisku dikulumnya, dia suka dengan kepala penisku yang besar itu.
"Ngghhhhghghg...slurrupppp..."suara decak lidahnya terdengar.
Sambil mengeksploitasi penisku dia tak henti-hentinya memuji bentuk dan ukuran penisku. menurutnya penisku lumayan besar dibanding suami dan selingkuhannya. yap, dia jujur pernah tidur dengan seorang anak muda.
"Penis cowok aku dulu pendek, kamu lebih p anjang. aduh, rasanya mentok banget pasti nih."
Aku miringkan lagi tubuh Lia agar lebih rileks di sofa. tapi tangannya tetap mencengkeram penisku. seperti gak mau kehilangan. aku jilati bh yang masih melekat di dadanya. puting2nya kujilati dengan lidahku.kukulum dengan lembut sambil mencoba mempermainkannya di antara gigi. Lia menggelinjang geli. dia meronta2 kecil. kedua tanganku bergantian meremas2 benda nikmat itu.
"Enak sayannngggg...ngggg....sukaaaa yaaa???"pancing Lia dengan suara mendesah. diusapnya rambutku.
Aku senyum dan mengangguk kecil.
"Sumpah mbak enak banget. tetek mbak kenyal...gede lagi...nggghhh...tetekin aku lagi mbak,"pintaku seperti anak kecil.
Pipiku dicoleknya dengan telunjuk.
"Nakal banget sihhh!"
Lia menarik wajahku. diarahkannya putingnya ke dalam mulutku. dipandanginya mulutku yang penuh dengan puting dan bagian ujung gumpalan payudaranya. aku berusaha memasukkan sebanyaknya gumpalan daging kenyal itu. aku tersedak beberapa kali. mbak lia senyum melihat aksiku itu.
Lia menyudahi aksiku.
Dia bangkit, dibungkusnya buah dada itu kembali ke dalam bh. dia mengajakku ke dalam kamar. si kecil tidur di ranjang kecil. sementara aku dan lia menuju ranjang besar.

Atas permintaannya, aku siapkan penisku dengan posisi doggy style. pantatnya yang besar sungguh indah. bulat, putih dengan vagina yang sebagian keluar dari sela pantat. sempat kujilati dulu yang ternyata memang disuka lia.
"sssaaayyaannggg....gggelliiii...ooouuhhhkkkkk!!!!"
lia menunggingkan lagi pantatnya agar memudahkanku.
aku jadi gemes. tanpa lama2 lagi, kumulai menyodok vagina itu dengan kepala penisku. lia kaget menoleh ke arahku. desahan nafas dan suaranya mulai mengaliri ruangan sepi itu. Sodokanku makin kuat dan dalam.
"oohhh...ohhh...ohhh!!!!!"TUBUH sintal itu berguncang karena tekanan pada pinggulnya.
Kedua tetek besar itu berayun2 dengan sensual. bh hitam itu tetap terpasang. aku lepaskan dan mulai meremas2 payudara itu.
lia merintih sambil menyebut2 namaku. dia mengaku enak dan nikmat.
setiap sodokan membuatnya menjerit.
"Mbak miringin pantatnya..."
aku berbaring dalam posisi miring, kupandangi wajah horny itu sambil kutuntun penisku menerobos vagina mbak lia. sentakan pertama langsung membuat perempuan itu tersentak dan menjerit.
"Ouughhhhhh....nggggg..."
posisi ini membuat aku memaksa tekanan ke dalam liang mbak lia. Tapi, aku nikmati kedua payudara besar itu dengan meremasnya.
Aku sesekali menghisap putingnya yang kanan. Mbak lia menjambak rambutku sambil tetap menikmati ayunan penisku.
Wajahnya memerah dengan sorot mata yang kadang terpejam. Dia tampak seksi. cantik dan menggairahkan.
Penisku makin keras dan cepat. Mbak lia nyaris menjerit keras, merasakan agresfitasku yang terus memuncak. Hingga akhirnya aku sampai di puncak dengan menyemburkan spermaku di dalam vaginanya yang sudah becek itu.
Mbak lia senyum bahagia. Aku memeluknya dan melumat bibirnya.


















Type rest of the post here

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar